Kabag Perencanaan dan Sistem Informasi : "Salam Satu Data!."

Kamis Juli 28, By: Admin
pendis_8173.jpg

Lombok (Pendis) - Proses perencanaan anggaran Direktorat Jenderal Pendidikan Islam yang dilakukan setiap tahun secara berkala menjadi hulu pelaksanaan pembangunan pendidikan Islam di seluruh Indonesia. Ketersedian data yang akurat, mudah dan cepat menjadi prasyarat utama dalam mendukung kelancaran anggaran yang berimbang, adil dan proporsional sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik masing-masing daerah, keterpaduan data dan informasi menjadi target selanjutnya yang akan digalakkan, satu sumber data yang multifungsi.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada para pejuang data pendidikan Islam yang selama ini bekerja keras dalam usaha menghadirkan data dan informasi pendidikan meski dengan segala keterbatasan masih antusias dalam bekerja," ujar Kabag Perencanaan dan Sistem Informasi Setditjen Pendis Kastolan dalam materi yang disampaikan di Lombok (29/07/16), Perencanaan Program Pendidikan Islam Berbasis Data EMIS.

Education Management Information System (EMIS) saat ini terus berbenah melakukan perbaikan pelayanan data dan sistem informasi pendidikan Islam, hal tersebut dilakukan dengan cara meng-upgrade metode aplikasi agar lebih mudah dan memberikan pendampingan tiada henti kepada para operator, salah satunya dengan memaksimalkan penggunaan data EMIS dalam proses perencanaan program dan anggaran.

"Beberapa waktu lalu, ketika melakukan penyusunan pagu anggaran 2017, saya menggunakan distribusi data EMIS sebagai dasar penentuan kebijakan biaya operasional pendidikan, meski harus menyesuaikan dengan kuota namun sebaran dilakukan dengan proporsi kebutuhan masing-masing," papar Kastolan.
Selain data EMIS, proses perencanaan program dan anggaran saat ini pun mengkombinasikan dengan e-Planning (perencanaan program & anggaran berbasis data elektronik) dan exercise dengan kebijakan rencana kerja prioritas dan renstra pendidikan Islam 2015-2019. "Alhamdulillah EMIS terus maju menuju kebaikan," tegasnya.

Kastolan berharap tidak hanya secara tampilan yang lebih user friendly, website EMIS yang selama ini digunakan sebagai tools pendataan, juga mampu lebih cepat menyajikan data, ditargetkan di tahun 2016 ini akan hadir buku statistik pendidikan Islam TP 2015/2016. "Saya ingin data lebih bagus dan lebih mudah untuk dikonsumsi publik. Jika di tahun 2016 ini data EMIS tepat waktu, maka penyusunan pagu definitif tahun anggaran 2017 akan lebih mudah," harapnya.

Meskipun anggaran pendidikan Islam, termasuk EMIS terkena pemotongan anggaran 2016, diharapkan tidak menyurutkan semangat untuk mencapai target pembangunan data yang telah ditetapkan. "Semangat harus terus kita jaga, anggaran bukan halangan," sitirnya. Dari seluruh eselon IV di lingkungan Ditjen Pendidikan Islam, EMIS memiliki struktur organisasi yang paling settle hingga ke kantor wilayah.

Terkait utilitas data pendidikan, pria yang telah 15 tahun berkecimpung dalam dunia pendidikan ini memberikan arahan agar ketersediaan data yang memenuhi syarat, menjadi tolak ukur dalam pengambilan kebijakan di berbagai instansi Kementerian/ Lembaga, tidak hanya di Kementerian Agama. "Dalam rapat-rapat dengan Bappenas dan Kemenkeu, semua bersumber dari data, apalagi anggaran, sebagai syarat utama," ucapnya. Keterpaduan data juga menjadi perhatian lembaga lain akan konsistensi Kementerian Agama terhadap penyediaan data yang valid, akurat dan handal. "Data adalah alat perjuangan, kalau tidak punya data, apa yang kita bela dalam penentuan anggaran. Jika ada satu sumber data pendidikan Islam, maka akan lebih baik dan mudah dalam mengambil kebijakan dan kita harus pertahankan satu data tersebut!," jelasnya.

Kastolan berharap kesalahan-kesalahan kecil pasti ada, namun bisa diperbaiki bersama-sama. Ke depan tantangan semakin berat dan jika tidak dipersiapkan maka implikasinya akan semakin besar pula. "Kita semakin bertanggungjawab untuk mampu menyelesaikan tantangan satu data yang kuat, salam satu data!," tutupnya.

(sya/ra)

Related Posts

Loading
Loading...